Selasa, 08 Maret 2011

SETIAP BID'AH SESAT

Tiga kalimat diatas sering menjadi perdebatan dikalangan itern umat Islam. Baik itu di Idonesia maupun di seluruh dunia sejak zaman dulu sampai sekarang bahkan sampai hari qiamat, wallohu a'lam. Dari semenjak kecil aku  diberi pelajaran ayahku mengenai bagaimana belajar agama yang baik. Pagi-pagi buta, adzan shalat shubuh terdengar dimana-mana, secepatnya aku dibangunkan ayahku untuk berjama'ah shalat shubuh dimasjid yang tempatnya agak jauh dari rumahku. Ba'da shalat shalat shubuh aku diajari membaca Al-Qura'an yang dimulai dari juz 'amma sampai akirnyaq bisa baca Al-Qur'an. Tidak hanya mengaji Al-Qur'an saja tapi ayahku juga memberiku pelajaran membaca kitab kuning mulai dari kitab fikih safinah sebagai pelajaran pemula mengenal tatacara beribadah kepada Alloh Swt. Kemudian kitab aqidatul 'awam sebagai pemula megenal kepada sang pencipta , sifat wajib bagi Alloh swt.sifat jaiz bagi Alloh Swt. dan lain sebagainya. Dari sinilah aku mulai merasakan nikmatnya hidup secara rohani. karena apa yang saya lakukan dalam beribadah kepada Alloh menggunakan patokan ilmu pengetahuan yang aku diajari ayahku., bagaimana beribadah kepada Alloh swt.  dan juga bagaimana bahasa atau bacaan yang digunakan untuk berdialog dengan Alloh Swt. Dan aku yakin apa yang saya amalkan sudah sesuai dengan tuntunan dari ayahku dengan berpedoman Qur'an dan Hadits. Ayahku sangat hati-hati sekali  dan tegas dalam mengamalkan ajaran agama . Ia adalah alumni Buntet pesantren Cirbon, alumni pesntren Tebuireng, alumni pesantren Bendo jawa Timur dll, sehingga dikampungnya dipercya banyak orang untuk membimbing masyarakat dikampung dan sekitarnya, mencerdaskan terhadap pemahaman dan amalan agama.  Pada perkembangan selanjutnya setelah aku sekolah di SLTP dan bergaul dengan siapa saja yang aku kenal,  baik itu teman  di sekolahku atau di pesantrenku ternyata amalan ibadah yang saya lakukan sering kali disalahkan atau tidak dibenarkan . Mau shalat apa saja baik itu shalat wajib maupun shalat sunnah kita dianjurkan baca ushalli. Jika Shalat subuh ba'da ruku' akhir diteruskan  dengan sunnah do'a kunut . Bacaan kitab Maulud Nabi al-barzanji terutama sekali pada bulan maulud ini sudah mentradisi. Bacaan surah Yasin dan Tahlil ini juga merupakan amalan tidak wajib alias sunnah yang sudah menjadi tradisi  Mereka beralasan apa yang saya lakukan katanya tidak pula dilakukan oleh nabi Muhammad maka oleh mereka diangap mengada-ada. Saya pikir kalau begitu Bapak ku, Guru-guru Bapakku dan terus sampai keatas para Ulama, para tabi' in dan para sahabat Rosululloh semua itu atu adalah para pelaku bid'ah yang mendapat ancaman sesat dan masuk neraka. Untuk membid'ahkan kepada para pelaku bid'ah mereka bersenjatakan  Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim " Kullu bid'atin dolalah wakullu dolalatin finnar" yang artiya setiap bid'ah sesat dan setiap kesesatan adalah neraka. Yang saya tanyakan apakah Hadits ini belum diketahui sejak dahulu kala oleh para Ulama, Apakah para Ulama tidak faham terhadap hadits tersebut .